Skip to main content

Video Source: Kisah Lemantun

Terkadang aku punya pikiran, sebagai seorang anak itu bagaimana POV seorang ibu ketika memandang anak-anaknya, apakah aku dipandang baik oleh ibu saya sendiri, ataukah justru menyebalkan baginya.

Disitulah aku mungkin akan melihat perspektif kisah Lemantun itu menjadi seorang ibu yang merawat mereka. 

Seorang ibu itu merupakan sosok yang krusial dalam kehidupan seseorang, bagaimana kasih sayang nya bisa membawa perbedaan pada setiap anak.

Sebagai seorang ibu, yang terus mengurus dan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, aku rasa dalam kisah Lemantun ini ibu itu cukup berhasil membesarkan anak-anaknya. Bisa memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya bahkan ada yang menjadi dokter dan bergelar tinggi.


Sebuah prestasi seorang Ibu yang nyata bisa kita lihat, bagaimana cara membesarkannya pun menjadi sebuah pertanyaan dibenakku. 

Wah bisa ya ibu itu bisa ngurusin dan menjaga anaknya sampe pada punya keluarga masing-masing, bahkan saya lihat hubungan antara anak-anak nya pun cukup baik, sekalipun misalnya di sisi mas tri yang menjadi anak tengah di film itu agak dipandang sebelah mata oleh yang lainnya, karena pendidikannya yang tidak tinggi seperti mereka.

Tapi disamping itu, mas Tri ini punya tugas krusial juga dikeluarga itu, dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk selalu bersama dengan ibunya, menggantikan sosok Ayah yang sudah meninggal duluan. 

Menjadi seorang ibu yang ditinggal oleh suaminya pasti berat. Ada sosok yang mau menggantikan peran untuk menemani Ibu merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya.

Jika saya menjadi Ibu tersebut tentu saya juga akan sangat senang dan menghargai Mas Tri ini walaupun mungkin pendidikannya dan karirnya tidak sebagus anak lainnya. 

Rasa bahwa bisa melahirkan anak-anak yang keren-keren juga menjadi sebuah kebanggaan lain sebagai seorang ibu. Semua itu memberikan feel yang pasti berbeda-beda untuk seorang ibu yang punya lebih dari 1 anak.

Menjadi seorang ibu yang bisa melihat anaknya tumbuh besar, bisa memberikan baktinya, bisa menjadi mandiri, bahkan bisa membentuk keluarga lainnya, bukan kah itu sebuah perjuangan yang begitu panjang dan berat?

Semua itu dirasakan oleh ibu itu, dan semua ibu lainnya didunia ini. Sedangkan sebagai seorang anak, seringkali kita juga dihadapkan sebuah pilihan, apakah mau berbakti dan membalas jasanya seperti menemaninya hingga tua atau membentuk keluarga lainnya, atau bagaimana pun itu sebuah pilihan yang mungkin bisa dipilkirkan oleh ku juga. 

Ternyata benar adanya sebuah kalimat:

1 Orang ibu bisa mengurus banyak anaknya, tapi banyak anak itu belum tentu bisa mengurus 1 Ibunya.

Sesuatu yang menjadikan sosok Ibu itu sebagai sosok spesial yang sudah seharusnya kita berbuat baik kepadanya, disinilah caraku memandang sosok ibu itu dalam Kisah Lemantun ini. 

Sampai jumpa ditulisan selanjutnya.

Naufal Muhammad Al Hikam

Seorang Penggemar Teknologi, Hobi Menulis, Membaca, Suka Belajar Hal baru dan Eksplorasi. Disamping itu suka juga hal-hal yang berkaitan tentang Spiritualitas Murni sebagai jalan hidup.

Leave a Reply