Setiap lini kehidupan yang terjadi selama ini, aku mulai memperhatikan semuanya lebih utuh, aku tahu kemampuan otakku terbatas, aku tahu dan sadar Tuhan itu ada selalu didalam hatiku, aku sadar bahwa aku belum bisa membahagiakan diriku sendiri dengan sempurna, apalagi orang lain.
Selalu saja ada rasa kurang dan belum cukup, ketidakpuasan itu membuat ku merasakan berbagai paradoks yang membuatku sendiri awalnya bingung.
Beberapa waktu ini aku mulai mengumpulkan dan memahami paradoks yang sering muncul didalam pikiranku, membuatku galau, kepikiran serta ingin mendobrak kesadaran ku.
1. JIka kesuksesan itu diukur dari bangun paginya seseorang, lalu bagaimana jika orang yang bekerja dengan shift kerjanya yang mau tidak mau mulai dari malam hari, dan baru tidur dipagi hari. Jadi kesuksesan itu bukan sebatas bangun pagi kan prosesnya kalo gitu?
2. Jika orang bisa menjadi kaya dengan korupsi dan mencuri, ko bisa dia bahagia diatas penderitaan orang lain?
3. Jika Tuhan itu ada, kenapa ketika ada yang mencoba menjelaskan bahwa Tuhan bisa diajak bicara dan diajak ngobrol itu dianggap gila?
4. Jika Tuhan itu adalah tujuan utama dalam hidup ini, apakah seakan Tuhan itu ada di suatu tempat yang jauh entah dimana dan kita harus kesana karena memang sebuah tujuan? Bukankah Tuhan itu sedekat urat nadi dileher kita?
5. Jika manusia diwajibkan melakukan ibadah, mendekatkan diri kepada Tuhan, kenapa ketika mengungkapkannya disebut Riya dan sombong? orang yang pamer kejahatan malah dibanggakan? Aneeehnya dunia ini.
6. Jika ada orang yang bilang segala sesuatu memang tidak harus dipertanyakan, lalu bagaimana pengetahuan itu bisa muncul? bukankah dasarnya adalah bertanya?
7. Jika manusia bisa punya sebuah keahlian dengan terus belajar, lalu pernyataan akan keterbatasan manusia itu sebetulnya salah total bukan? Jadi manusia yang punya limiit itu adalah sesuatu yang tidak pasti bukan?
Berbagai paradoks pikiran dan pemahaman yang membuatku agak kesulitan ini membuat ku ingin sekali terus mengkaji berbagai macam hal didunia ini. Sudah waktunya aku untuk melihat segala sesuatu lebih luas lagi.
Lalu ketika waktu datang sudah selayaknya ku mencoba menuliskan berbagai hal yang mungkin bisa menjadi bagian di kehidupan ini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya.


