Bumi dan Kehidupan
Setiap hari kehidupan terus berjalan, bumi berputar, matahari terbit dan tenggelam, lalu pepohonan tumbuh, manusia juga berkembang, teknologi terus bermunculan, pengetahuan juga terus berkembang, ada yang lahir, ada yang mati, semua itu memberikan Bumi ini dinamika kehidupan yang tiada hentinya.
Sudah tahun berapakah sekarang ini? Tahun 2025 ya? Jadi selama itu yang bisa kita sebutkan sebagai tahun Masehi sekarang ini semua hal terjadi dengan berbagai dinamikanya. Lalu kapan ya aku, kamu dan kita semua bisa terlahir?
Dari ingatan dan kesadaran itu membuatku terhentak dan mulai mencoba memahami banyak hal lebih utuh lagi, aku takut aku mati tanpa meninggalkan apapun, aku takut aku hanya numpang lewat aja di kehidupan ini, aku mau menciptakan sesuatu yang berguna dan membekas didunia ini.
Tapi aku bingung dengan metodenya, aku bingung caranya gimana, siapa yang bisa membimbingku? Dan apa yang harus aku lakukan?
Dari berbagai pertanyaan itulah akhirnya aku mencoba membaca berbagai buku yang Abiku/Mas Guru buat sebagai Guru Kehidupan temukan sehingga bisa menjadi rumus, atau panduan untuk banyak orang.
Buku Tetap Bahagia Meski Hidup tidak Baik-baik saja yang Menemani hari-hariku
Bulan ini aku mencoba membaca buku “Tetap Bahagia walau hidup tidak baik-baik saja”. Rasanya sangat pas sekali dengan kondisi dan keadaan ku saat ini, rasanya hari-hariku ditemani buku ini membuatku tidak lagi khawatir dengan semua kondisi yang terjadi apalagi kalo aku sendiri selalu berusaha yang terbaik.
Di Bulan September 2025 ini aku merasa adalah titik balik ku sebagai seorang manusia, aku merasakan banyak sekali kekurangan yang kumiliki, betapa berantakannya hidupku, betapa jeleknya rotasi kegiatan ku setiap hari, serta banyak sekali sisi gelap serta ambisi tersembunyi yang ada didalam hati dan pikiranku ini.
Dulu rasanya memang aku tidak pernah memikirkan uang, tidak pernah memikirkan akan bagaimana kehidupanku besok karena aku terbilang orang yang bodo amat gitu, nah setelah aku mulai bekerja dan berkarir di tahun 2025 inilah aku mulai merasakan bahwa dapat uang dari pekerjaan itu menyenangkan ya, seru dan bangga rasanya, tapi itu tidak semudah yang dibayangkan ya.
Aku harus mengerjakan sesuatu dulu baru mendapatkan hasil dari proses dan usaha yang kulakukan, tidak bisa tiba-tiba jadi dan instant jreng jadi sesuatu.
Aku jadi tahu bikin konten itu tidak semudah itu, lalu bikin buku juga susah nya bukan main, lalu hidup menjadi orang yang penuh karya itu ternyata butuh konsistensi serta kreativitas yang tinggi. Sungguh tak disangka untuk mencapai titik itu butuh effort yang luar biasa.
Dimana sebelumnya aku hanya ada dizona nyaman, sekarang dihadapkan dengan berbagai tugas yang cukup memakan waktu dalam pengerjaannya itu membawaku pada diriku yang lebih berkembang lagi.
Otak, pikiran, hati, perasaan, serta tubuh yang menjadi wadah jiwaku ini seringkali mengalami sakit dan juga ngebul ketika diajak bertugas didepan laptop. Wkwk. Belum lagi tekanan dari diriku sendiri yang selalu ingin sempurna dan bagus.
Nah disitulah aku mencari gimana caranya supaya aku tu ga terlalu ngebul atau jadi tertekan gitu dengan semua yang harus kulakukan, terutama ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan waktu lama didepan laptop gitu.
Aku akhirnya menemukan metode-metode yang efektif dalam melakukan semua itu, semua itu aku temukan di buku “Tetap Bahagia Meski hidup tidak baik-baik saja”.
Kutipan-kutipan sebagai metode yang revolusioner
Aku ni orangnya suka banget kalo baca buku itu buka rendem dan didalam hati meniatkan supaya yang dibuka itu sesuai dengan masalah ku sekarang, nah berikut ini beberapa kutipan menarik yang sangat mengena kedalam hatiku saat aku membuka buku “Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-baik saja”.
Bahagialah Saat ini juga
“Mengejar Sukses seperti mengejar bayang-bayang: Pekerjaan sia-sia yang melelahkan. Hidup dalam rasa syukur yang mendalam dan konsisten merupakan fondasi kesuksesan sejati”.
Halaman 22, Buku Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-baik saja.
Hening Jalan Kebahagiaan
“Hening memurnikan Persepsi, emosi, karma, dan energi, adalah jalan yang pasti untuk meraih kebahagiaan sejati.”
Halaman 30, Buku Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-baik saja.
“Jika sadar bahwa menjadi bahagia adalah tentang persepesi yang tepat dan rasa Syukur atas anugerah yang nyata pada momen saat ini disini, maka untuk bahagia itu jelas bisa dialami sekarang juga”
Halaman 44, Buku Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-baik saja.
Semua kutipan ini membuatku jadi ingat bahwa sebetulnya sumber kebahagiaan itu simpel, ga ribet, bahkan ketika sulit kita masih ada peluang untuk bahagia loh, tidak ada alasan yang kuat untuk mengeluh atau bahkan berhenti melakukan semua effort yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang agung.
Melalui semuanya dan hadapi dengan penuh kebijaksanaan disertai suka cita adalah satu-satunya jalan yang bisa dilakukan saat ini sebagai metode revolusioner yang efektif menjalani kehidupan bagaimanapun keadaannya.


